SEKILAS INFO
24-05-2022
  • 1 tahun yang lalu / Terima kasih atas kunjungan Kepala SMKN 1 Tuntang di SMPN 3 Tuntang
  • 1 tahun yang lalu / Website ini dibangun atas kerjasama SMPN 3 Tuntang dengan SMKN 1 Tuntang
18
Mar 2022
0
METODE TUTOR SEBAYA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

(MUHAMMAD WINARTO)

 

Proses belajar mengajar merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang guru yang sangat menentukan tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilaksanakan. Siswa akan belajar dengan lebih baik dan bermakna apabila kegiatan pembelajaran yang dipilih oleh guru relevan dan mendukung aktivitas belajar siswa. Kegiatan belajar mengajar sudah selayaknya berfokus pada siswa yang belajar (student oriented) bukan peran guru yang dominan. Hal ini perlu sama-sama disadari oleh kedua belah pihak baik guru maupun siswa, guru hanya bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar yang bertugas mambuat desain pembelajaran sedangkan siswa merupakan subjek belajar yang harus benar-benar aktif dan sungguh-sungguh mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan belajar mengajar harus melibatkan tiga unsur yakni antara pengajar, peserta didik dan realitas dunia (Suyatno, 2009:5). Praktek nyata yang terjadi selama ini, ketiga hal tersebut kurang mendapatkan perhatian yang serius. Kegiatan belajar mengajar yang ada saat ini mengakibatkan rasa (kepekaan) siswa dalam mencerna apa yang dipikirkan oleh otak dengan apa yang direfleksikan dalam sanubari dan perilaku-perilaku keseharian mereka sebagai siswa semakin senjang. Guru hanya menikmati tugasnya mengajar, menyiapkan materi pembelajaran, menjelaskan materi dengan metode ceramah dan sesekali tanya jawab kemudian memberikan soal latihan untuk dikerjakan siswa.

Siswa mengetahui banyak tentang pengetahuan yang diajarkan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum sekolah, namun mereka bingung bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata (Fathul Mujib, 2012:48-49). Untuk mengatasi perbedaan tersebut, maka guru berusaha mencari solusi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif yang mengedepankan kerja sama antar siswa dalam proses belajar mengajar. Salah satu metode dalam pembelajaran kooperatif adalah metode tutor sebaya (peer tutoring). Inti dari metode tutor sebaya (peer  tutoring) adalah guru memberdayakan siswa yang mempunyai daya serap tinggi terhadap materi yang dijelaskan guru untuk membantu siswa lain yang daya serapnya rendah. Siswa yang berperan sebagai tutor terlebih dahulu dibekali dengan  materi yang akan dibahas dalam kegiatan belajar mengajar agar nantinya saat pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya dapat berjalan dengan baik.

Pembekalan ini dapat dilakukan di dalam maupun di luar jam pelajaran. Siswa yang berperan sebagai tutor bertugas membantu temannya yang mengalami kesulitan melalui proses diskusi setelah mendapatkan pembekalan dari guru pengajar. Peran guru pada proses ini adalah mengawasi kelancaran pelaksanaan metode dengan mengamati, mencatat perkembangan proses, memberikan pengarahan serta evaluasi proses untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar perbaikan pada proses selanjutnya. Pembelajaran ini mempunyai kelebihan ganda yaitu siswa yang belum memahami materi mendapat bantuan lebih efektif untuk emahaminya sedangkan bagi tutor merupakan kesempatan untuk mengembangkan diri.

Hasil dari beberapa penelitian tentang metode tutor sebaya menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode tutor sebaya (peer tutoring) menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari meningkatnya antusisme dan semangat siswa dalam kegiatan belajar mengajar, meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran serta meningkatnya kecakapan sosial siswa sebagai hasil dari proses kerja sama dan diskusi selama kegiatan belajar mengajar.

Syarat – syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi tutor sebaya antara lain, berprestasi baik, dapat diterima atau disetujui oleh siswa yang mendapat bantuan sehingga siswa leluasa bertanya, dapat menerangkan dengan jelas bahan pengajaran yang dibutuhkan oleh siswa, berkepribadian ramah, lancar berbicara, luwes dalam bergaul, tidak sombong dan memiliki jiwa penolong serta memiliki daya kreatifitas yang cukup untuk membimbing temannya (Suharsimi Arikunto, 1988:6263).

Beberapa kiat yang bisa dilaksanakan untuk menjadi tutor yang baik yaitu mau terus belajar dan memperluas wawasan, rajin mencari informasi tambahan, menyisipkan humor dalam memberikan materi, kreatif mencari alat bantu serta pandai menghidupkan suasana (Muladi Wibowo, 2004:9).

Setiap metode pembelajaran yang diterapkan di kelas tidak sepenuhnya sempurna, selalu ada kelebihan dan kekurangan pada setiap metode pembelajaran tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto (1988:64) kelebihan Metode tutor sebaya antara lain, menyampaikan informasi lebih mudah sebab bahasanya sama, kesulitan lebih terbuka, suasana yang rileks menghilangkan rasa takut, mempererat persahabatan, ada perhatian terhadap perbedaan karaktersitik, konsep mudah dipahami, serta siswa tertarik untuk bertanggung jawab dan mengembangkan kreatifitas.

Sedangkan kelemahan metode tutor sebaya yaitu, kurang serius dalam belajar, jika siswa punya masalah dengan tutor ia akan malu bertanya, sulit menentukan tutor yang tepat, tidak semua siswa pandai dapat menjadi tutor.

Hasil belajar yang dicapai siswa tergantung dari proses belajar yang yang terjadi dalam diri siswa tersebut. Hasil belajar yang dicapai siswa merupakan hasil belajar secara keseluruhan yang dikonversikan dalam bentuk nilai yang meliputi kemampuan kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) serta psikomotorik (keterampilan). Hasil belajar dapat dijadikan sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasi oleh siswa, selain itu juga dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru. Guru dapat menilai dan mengukur kemampuannya dalam proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan pada proses belajar mengajar berikutnya.

 

Pengunjung

  • 0
  • 10
  • 1.944
  • 25.284

Data Sekolah

SMPN 3 Tuntang Kabupaten Semarang

NPSN : 20320278

Desa Beran, Karangtengah,
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50773

Kalender

Maret 2022
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031